“Soulmate at fingertips”

* See the translation to English below ↓

Ada ungkapan “Jodoh tidak akan kemana”. Kalau memang tidak akan kemana, kenapa aku belum menemukan jodoh hingga sekarang? -___-* Apa karena aku nya yang tidak pergi kemana mana hingga calon jodohku pun tidak menemukan aku? Banyak pertanyaan tapi aku tidak pernah terlalu mempertanyakan kepada Tuhan kenapa sang Jodoh Dimana itu belum juga menemukan diri ku. Seorang gadis disalah satu negara di South East Asia, dimana umur 28 tahun belum menemukan jodoh itu seperti sebuah kutukan di negeri ini. Tidak heran kalau negeri ini memiliki populasi penduduk sebanyak 250 Juta orang. Karena rata rata pernikahan ada di umur 21-27 tahun. Bagaimana tidak, setiap pertemuan keluarga pertanyaan yang sering dilontarkan adalah “Kapan Menikah?”, “Kapan punya momongan?” and another annoying questions. Tidak tahukah hai kalian wahai sodara ku bahwa Negara ini sudah terlalu banyak penduduk, kenapa kalian hanya memikirkan pernikahan dan reproduksi? -___-*

Aku tidak pernah memikirkan bagaimana cara harus mendapatkan jodoh, karena menurut aku itu membuang waktu,karena aku yakin Tuhan sudah mengatur semua jalan hidup aku. Hingga pada suatu hari aku menonton sebuah acara talkshow dengan judul “jodoh di ujung jari” cukup menggelitik untuk di ikuti. Perbincangan ini menceritakan beberapa pasangan yang menikah dikarenakan pertemuan di dunia maya. How can two people get married just after meeting each other in cyberspace? I still cant believe it till now. How come? Pada era yang lalu, pasangan bertemu di sekolah, tempat kerja, atau lewat teman dan keluarga. Tapi itu kini, cara-cara itu terasa “kuno”. Beberapa penelitian juga meng-iyakan bahwa sekarang Online bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pasangan.

Teman terdekat saya bilang kenapa kamu tidak mencobanya di dunia maya? Lalu dia memberikan sebuah alamat situs jejaring pencarian jodoh. Awalnya ragu tapi tidak ada salahnya untuk mencoba. Tapi awal untuk mengikuti situs ini adalah murni untuk menjalin pertemanan di samping untuk memperlancar bahasa inggris jika saja ketemu Bule :p  Aku adalah gadis dengan tipikal menyukai sesuatu yang nyata. Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan seseorang dari daerah dingin skandinavia sana dari sebuah situs tersebut. Terkadang muncul pertanyaan ”apakah ini jalan Tuhan dalam pencarian jodohku?”. Sampai sekarang aku masih belum mengenal dia. Tapi siapa tahu?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Ketika tuhan menciptakan segala bentuk dalam diri ini tidak ada salahnya sekarang jari ini mempunyai tugas extra untuk membantu tuannya mendapatkan pasangannya. Semoga! Dan semoga itu kamu 🙂

* The original ↑

Soulmate at fingertips

There is a saying, „Soulmate won’t be anywhere“. If it is really so, then why haven’t I met already that someone until now? Is it because I haven’t gone to any place where I could have met the right candidate and so my mate hasn’t also met me? Too many questions – yet I have never addressed God too much about why hasn’t That Soulmate also met myself so far. A girl from South East Asia, a place where 28 years without meeting the one is taken as a curse for the country. No wonder then, this country has population is as much as 250 million people. Because the average age for the marriage is 21-27 years. How come, at every family meeting the questions that can be heard the most often are „When do you get married?“, „When will you have a baby?“ and other annoying questions. Oh, doesn’t they know that the Country has already too many inhabitants, and why do they always think about marriage and reproduction?

I have never thought about the way how to meet a partner, in my opinion it’s a waste of time, as I am sure that God has already arranged all the ways of my life. Until one day when I saw a talkshow with a title „Jodoh di ujung hari“ (Soulmate at fingertips), tickling enough to watch the show. The debate spoke about couples who have married after their meeting in cyberspace. How can two people get married just after meeting each other in cyberspace? I still can’t believe it till now. How come? In old times, couples met at school, at work, or through their family friends. But nowadays, these ways seem to be old-fashioned. There are researches that say supportingly, meeting Online could be now one of the ways to make a couple.

My best friend asked me once, why won’t I try the cyberspace as well? So she gave me an address for a site for searching me a partner. I doubted at the beginning, but it couldn’t be wrong to try it… But at the beginning, joining the site was purely for friendship and in addition for smoothing the English if meeting someone Bule (foreigner) :p  I was a typical girl who liked to have something real. Until finally I met someone from cold Scandinavian regions through the site. Sometimes, a question has crossed my mind: ”is this the God’s way for me?”. Until now I still do not know him. But who knows?

It is easy to speak about a partner, but hard to make it real. When God has created all forms after himself there can’t be any harm if a finger gets his extra power to meet a soulmate. Hopefully! And hopefully it is you 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: